Minggu, 15 Mei 2011

Melihat Dunia Tanpa Kacamata

yak sedikit berfilosofi (lagi), kali ini tentang multikultur dan heterogenitas
tidak sedikit orang yang memiliki keanekaragaman suku, budaya, ras, dan kreatifitas dalam berkarya, tetapi tidak semuanya menggunakan kacamata yang sama.
saya berpikir untuk menulis kacamata dengan cara pandang, tetapi sebenarnya kacamata dan cara pandang sangat berbeda.
Kacamata diartikan sesuatu yang membuat kita dapat melihat, tetapi kacamata itu sendiri diperoleh dari orang lain.
seperti kacamata agama, saat orang mengenakannya maka kajian yang diambil dari agama, walaupun sudut pandang dapat diubah-ubah, tetapi benda itu menghalangi keleluasaan dalam melihat
Kacamata inilah yang membatasi kehebatan logika berpikir kita, menyempit, dan menjadikan fanatik apabila dikenakan terlalu lama
sering-seringlah melepas kacamata yang kalian kenakan, baik kacamata orangkaya, kacamata golongan bangsawan, bahkan kacamata politikus
dunia akan indah tanpa ada perbedaan, akan tetapi akan lebih menarik jika berbeda itu dapat dicari kesamaanya.

1 komentar: